Kamis, 17 Juli 2008

The Pope Wants to See You.....Not Your Car

Video Clip berikut melaporkan tentang apa yang akan dilakukan oleh Bapa Suci hari Kamis ini (sedang berlangsung).



Apabila anda memiliki Twitter, ada bisa "mengikuti" Bapa Suci dari dekat di:

http://twitter.com/popedownunder


Bookmark Artikel Ini:
Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Google Share on Facebook! Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Super Thursday

Super Thursday...Begitulah pers Australia menyebut acara WYD 2008 pada hari kamis ini dimana Bapa Suci Benediktus XVI akan tampil pertama kalinya di depan publik dan kepada pejiarah dalam acara World Youth Day 2008 ini. Ratusan ribu pejiarah, jutaan penduduk Australia, dan sekitar 1 milyar penonton televisi di berbagai penjuru dunia akan berpaling ke Sydney hari ini untuk menyaksikan apa yang akan dibuat dan dikatakan Bapa Suci dalam WYD 2008.

Acara Bapa Suci sendiri akan dimulai sejak pagi hari, yaitu dengan upacara kenegaraan resmi dengan pemerintah Australia, lalu setelah itu juga akan mengunjungi Kapel Mary McKillop dan berdoa disana. Mary McKillop ada seorang biarawati Australia yang wafat di awal abad 20 dan sekarang dalam proses kanonisasi.

Setelah beberapa acara resmi, sore harinya, Bapa Suci dengan menumpang kapal akan menuju Barangaroo untuk bertemu dengan kaum muda pejiarah, dan akan berbicara kepada mereka. Perjalanan Bapa Suci dengan kapal ini akan dimulai dari Rose Bay lalu Farm Cove, melewati Opera House, sekitar Circular Quay, melewati bawah jembatan sampai dengan tiba di Barangaroo (anda bisa klik link-link tersebut untuk melihatnya di Google Maps).


Setelah acara dengan pejiarah, Bapa Suci dengan PopeMobile akan berkeliling di jalan-jalan Sydney menuju ke Katedral St. Mary dimana beliau akan mengadakan pertemuan ekumenikal disana.

Kota Sydney sendiri mengantisipasi bahwa banyak orang mulai hari ini sampai dengan akhir pekan akan tumpah ruah di sana untuk menyaksikan event ini. Untuk hari ini saja pemerintah setempat menganjurkan warga kota Sydney untuk memakai transportasi publik dan kalau bisa bekerja dari rumah. Diprediksi akan ada sebanyak 200 ribu penumpang tambahan dengan kereta api akan menuju Sydney hari-hari ini.

Tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran Bapa Suci dan ribuan kaum muda katolik menarik perhatian dunia. 500 wartawan internasional dan 150 kru media sudah siap hadir disana untuk meliput kegiatan Bapa Suci mulai hari ini.


Bookmark Artikel Ini:
Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Google Share on Facebook! Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Magis 2008 di Sydney

====================

Memperingati WYD 2008 di Sydney, Atas prakarsa Serikat Jesus Provinsi Australia dan kerjasama dengan beberapa tarekat suster diadakanlah program MAGIS 2008. Program ini adalah program pembinaan kaum muda dalam semangat spiritualitas Ignatian yang dilakukan dalam konteks WYD 2008 ini. Program besar yang melibatkan banyak kaum muda dari berbagai negara ini meliputi introduksi kepada spiritualitas, khususnya spiritualitas Ignatian, membangun hidup doa, solidaritas sosial dan juga kebersamaan sebagai komunitas Gereja. Program live-in atau exposure juga dilakukan di berbagai tempat termasuk di Jakarta dan Yogyakarta yang diikuti kaum muda dari negara-negara lain. Setelah melakukan acara-acara dalam Program MAGIS 2008, kelompok kaum muda ini berangkat ke Sydney untuk bersama-sama berkumpul berpartisipasi dalam WYD 2008.

Berikut ini laporan dari Frater Mario, SJ yang ikut mendamping Kelompok MAGIS 2008 dari Indonesia.
====================

Rombongan MAGIS Jakarta tiba di Sydney 12 juli, pagi hari. Dingin! Bahkan panitia setempat menggunakan baju hangat dan kaos tangan. Kesan pertama di Sydney begitu menggoda: rapih, bersih, tertib (misalnya soal lalu-lintas), dan ramah. Beberapa teman berguman, "Bisa gak yah, Endonesa (bukan Indonesia) jadi kayak gini? Kita kan sebenarnya kaya! Lagian kita juga gak bego-bego amat!" Rapih, bersih, tertib dan ramah itu kan semboyan setiap kota di Indonesia menjelang Adipura.

Ignatian Gathering dan misa penyambutan dikemas sangat kreatif oleh para peserta yang adalah orang-orang asli Aborigin. Lalu ada pentas kreatif yang wajib ditampilkan oleh para peserta sesuai lokasi eksperimen (di setiap lokasi eksperimen ada peserta dari berbagai kewarganegaraan). Dalam waktu yang sangat singkat, mengingat jumlah kelompok eksperimen yang sangat banyak, peserta harus mengekspresikan pengalamannya dalam bentuk simbolisasi kreatif. Nah, dari berbagai bentuk kreativitas itu, ada satu nada yang sama (setidaknya dari kesan yang saya tangkap) dalam penampilan semua kelompok, yakni bahwa ada kerinduan akan sebuah ikatan yang melampaui batas-batas prasangka ras, kewarganegaraan, bahasa, dan perbedaan lain. Ikatan itu bisa dinamai persahabatan, belarasa, damai atau cinta. Mengapa ada keinginan besar terhadap ikatan yang semacam ini? Coz they have tasted the power and the wonder of that bound, though only for a short while. Ternyata probasi yang diikuti semua peserta di berbagai belahan dunia (yang sebelumnya dibekali spiritualitas Ignatian), punya andil untuk membuka cakrawala dan menggugah kepedulian terhadap situasi di luar kenyamanan diri: bahwa ada sesuatu di luar sana, yang tidak semestinya demikian. Ini tanda bahwa ada harapan dalam diri orang-orang muda.

Exposure MAGIS 2008 di Yogyakarta

Hari kedua (13/7), misa hari Minggu dipimpin Fr. Mark Raper, SJ. Peserta dari Indonesia membuat visualisasi bacaan dan mengiringi persembahan dengan tarian Jawa (saya tidak tahu nama tariannya), sedang Fr. Ardi membacakan Injil dalam bahasa Indonesia sambil dinyanyikan dengan gaya pentatonik Jawa. Lalu pada malam hari ada acara Cultural Night. Setiap negara mempersembahkan tampilan. Tiga putri Indonesia mempersembahkan Tari Merak. Atas kerja keras dan partisipasi para saudara sebangsa ini, beberapa teman berguman, "Gila! Endonesa keren abis!" "Endonesa gitu lho!"

Di hari kedua ini, semua orang melihat dan merasakan keragaman yang begitu nyata. Sambil menjadi bangga dengan ibu pertiwi masing-masing, setiap orang juga diundang untuk menghormati dan melihat dunia dari perspektif yang lain.

Hari ketiga (14/7), peserta diajak untuk kembali melihat pengalaman selama probasi dan mencermati segala gerak batin (perasaan, pikiran, kehendak atau impian). Dari hasil sharing kelompok-kelompok kecil, yang kemudian dibagikan dalam kelompok besar, saya merasa ada sesuatu yang mengagumkan. Orang muda ternyata tidak hanya peduli dengan dirinya. Ada impian tentang dunia yang lebih baik untuk orang lain. Mereka memang banyak protes; mengapa pemerintah begini dan begitu, mengapa orang harus hidup dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi, dan masih banyak lagi mengapa begini dan mengapa begitu yang lain. Tetapi lebih jauh dari sekedar protes itu, mereka juga ingin melakukan sesuatu sekiranya mampu. "I want to go back there!" "I want to be able to help. But now, I don't know how!" Di sini rasanya ada PR besar, yakni untuk menjaga supaya nyala semangat itu tidak padam oleh waktu. Tentu saja, juga nyala yang ada pada diri kita sendiri, sebagai Yesuit.

Hari keempat (15/7) adalah hari terakhir kami berkumpul untuk melaksanakan liturgi sebagai komunitas MAGIS, selanjutnya kami akan selalu mengikuti liturgi sebagai komunitas besar peserta WYD. Setelah pemberkatan dan pengutusan (yang disimbolisasikan dengan pemberian salib kepada semua peserta), kami berangkat ke Barangaroo, dimana misa pembukaan WYD dilaksanakan. Semua orang dari seluruh dunia rasanya berkumpul di Barangaroo. Jalanan penuh sesak, tapi tetap teratur. Kerja keras yang mengagumkan dari penyelenggara. Tidak hanya penyelenggara yang pantas diacungi jempol, tetapi juga ribuan peserta yang datang. Semua orang mengikuti petunjuk yang diberikan dan tidak cenderung memilih tempat yang paling nyaman atau yang paling dekat dengan altar. Semua sadar bahwa hanya ada tempat yang sangat terbatas bagi setiap orang, maka yang lebih dulu tiba di lokasi, tidak lalu menguasai arena, sehingga tetap menyisakan ruang bagi yang kemudian datang. Jujur saja, saya merasa bahwa ini sebuah kesadaran yang sekarang langka.

Maaf, sekian dulu informasi yang bisa saya bagikan. Di belakang saya sudah ada yang antri untuk menggunakan komputer yang sedang saya pakai.


Bookmark Artikel Ini:
Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Google Share on Facebook! Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Rabu, 16 Juli 2008

World Youth Day 2008: Hari Ke-2

Setelah menghabiskan malam dengan penuh kegembiraan, dengan musik, nyanyian dan tarian yang digelar dalam WYD 2008 di Barangaroo, para pejiarah di hari kedua WYD ini masuk dalam suasana pagi dengan penuh doa dan refleksi. Para pejiarah, dibagi ke dalam banyak tempat, mulai mengadakan refleksi penuh doa, sharing dan juga mendalami iman secara berkelompok.

Sharing pergulatan hidup dan iman merupakan salah satu hal yang menarik perhatian kaum muda di hari kedua ini. Kisah pertobatan, merasakan kasih Tuhan dan kebersamaan dalam Gereja, seperti ketika mereka mendengarkan kisah seorang mantan gangster di London, ataupun juga perempuan yang mengalami pelecehan di penjara, yang merasa mengalami transformasi hidup ketika menemukan kembali inspirasi hidupnya dalam semangat iman kristiani. Perasaan dicintai, diterima menjadi salah satu pesan pokok ketika kaum muda berbicara soal iman kristiani.



Kegembiraan memang selayaknya juga menjadi bagian dari acara kaum muda ini. Tak heran bila misalnya pesta barbecue yang dikatakan terbesar di sydney menjadi bagian yang mengesankan bagi banyak pejiarah.

Pada malam hari, rencananya juga akan diadakan doa bersama dengan kaum muda dari umat beragama lain. Di sini kaum muda secara bersama-sama akan berdoa dengan caranya masing-masing untuk intensi-intensi perdamaian dan keadilan di dunia.

Sementara itu, Bapa Suci menghabiskan hari terakhir istirahatnya dengan kegiatan yang cukup menyegarkan diantaranya adalah melihat dari dekat khasanah kekayaan fauna Australia. "Zoo Visits Pope" begitulah headline yang tertulis, ketika banyak binatang khas Australia dibawa untuk berkunjung kepada Bapa Suci.



Sore harinya, Bapa Suci akan sampai di Sydney untuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan pejiarah dalam "Super Thursday", yaitu tentunya acara WYD 2008 bersama ratusan ribu kaum muda esok harinya.


Bookmark Artikel Ini:
Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Google Share on Facebook! Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Statistik WYD 2008



Bookmark Artikel Ini:
Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Google Share on Facebook! Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Liputan Media dan WYD 2008

World Youth Day 2008 tentunya tidak lepas dari liputan media. Anda bisa menyaksikan berikut ini beberapa video clip liputan dari WYD 2008, sejak Bapa Suci datang sampai dengan Upacara pembukaan. Tentunya video clip ini bisa dinikmati sejauh koneksi internet anda cukup baik. Selamat menikmati.














Bookmark Artikel Ini:
Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Google Share on Facebook! Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Selasa, 15 Juli 2008

World Youth Day 2008 Dibuka

Pada hari selasa 15 Juli, WYD 2008 resmi digelar di Sydney dan dibuka dengan Ekaristi yang dipimpin oleh Kardinal George Pell di Barangaroo, sebuah tempat pinggir laut di tengah kota Sydney yang tadinya adalah pelabuhan bongkar muat dan sekarang diberi nama dari istri seorang pemimpin Aborigin abad ke-18.

Dalam Ekaristi yang dihadiri sekitar 150.000 pejiarah dengan berbagai macam atribut warna-warni dan bendera masing-masing negara itu, Kardinal Pell mengingatkan kaum muda bahwa perjuangan mengikuti Kristus bukanlah sebuah hal yang mudah, dan begitu saja terjadi dengan sendirinya.

Mengutip apa yang ditulis dalam Surat Rasul Paulus, Kardinal Pell menyebutkan bahwa perjuangan dan keberanian untuk melawan ego pribadi, ketamakan, keserakahan membutuhkan keteguhan, kesetiaan dan perjuangan yang gigih, dan itu berlaku buat siapapun baik tua maupun muda. Kardinal Pell secara khusus juga mengajak mereka yang tidak beragama untuk "kembali". Tentunya seruan ini didasarkan pada fakta bahwa Australia terkenal reputasinya sebagai negara yang ultra-sekuler.


Ekaristi pembukaan ini diawali dengan prosesi Salib WYD, yang merupakan salib berukuran besar yang diberikan oleh mendiang Paus Joannes Paulus II untuk orang muda. Salib ini sudah diarak berkeliling dunia semenjak WYD 2005 berakhir di Cologne, Jerman, sampai dengan akhirnya tiba di Australia untuk WYD 2008. Liturgi Ekaristi pun dibawakan dengan warna internasional. Bacaan-bacaan dibawakan dalam bahasa perancis, spanyol dan italia. Sedangkan doa umat dibawakan dalam bahasa inggris, jerman, vietnam, polandia, dan arab.

Hadir juga dalam pembukaan WYD 2008, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd yang menyambut kaum muda dengan seruan bahwa mereka adalah terang di dalam kegelapan dunia dewasa ini. Lebih jauh, Kevin Rudd berbicara soal kristianitas dalam ungkapan yang sangat menarik:

"Some say there is no place for faith in the 21st century," said Prime Minister Rudd. "I say they are wrong. Some say that faith is the enemy of reason. I also say that they are wrong. Faith and reason are great partners. Some say only that which they see wrong in Christianity. I say, let's speak also of what is right in Christianity and the Church. The Church began our first schools, hospitals, and refuges for the poor. Christianity has been an overwhelming force for the good in the world. Australia is a land of great freedom and many faiths, deeply shaped by it's Christian heritage and future."


World Youth Day yang diorganisir oleh Gereja Katolik, adalah event internasional untuk kaum muda yang terbesar di dunia. Kegiatan rutin setiap 3 tahun ini digelar oleh Gereja Katolik sebagai sebuah cara untuk menyentuh dan membuka komunikasi dengan kaum muda katolik, sekaligus menumbuhkan semangat beriman dan kebersamaan dalam Gereja.

WYD 2008 yang digelar di Sydney kali ini disebut-sebut oleh media di Australia sebagai sebuah event internasional yang lebih besar daripada Olimpiade yang pada tahun 2004 pernah dilangsungkan di tempat yang sama.

Untuk lebih lengkap dan hidup, anda bisa menyaksikan laporan berita dari Sky News Australia berkaitan dengan pembukaan WYD 2008 dalam video clip di bawah ini:



Bookmark Artikel Ini:
Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Google Share on Facebook! Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Indulgensi dalam World Youth Day 2008

Dalam World Youth Day (WYD) 2008, para pejiarah (peserta WYD 2008) dan mereka yang mendoakan berlangsungnya WYD 2008 ini dan berdoa untuk intensi Gereja dan Bapa Suci, akan diberikan indulgensi (masing-masing plenary indulgence dan partial indulgence,) demikian pengumuman dari pihak Vatikan.

Di sebuah milis, seseorang bertanya, kok begitu mudah indulgensi diberikan: kalau punya uang, dan hadir di WYD 2008, lantas bisa dapat indulgensi?

Berkaitan dengan indulgensi ini mungkin bisa dijelaskan secara sederhana:

1. Indulgensi penuh (plenary indulgence) diberikan kepada partisipan WYD 2008 yang hadir disana dalam semangat sebagai pejiarah. Artinya, WYD ini adalah sebuah kegiatan rohani, spiritual, berjiarah, bukan sekedar senang-senang atau plesiran. Kaum muda peserta WYD pergi ke sydney dalam konteks mau membangun iman katolik dan dalam kesepahaman dengan Gereja. Jadi, pergi ke WYD, dan punya uang, sekedar hadir disana tidak cukup untuk seseorang bisa memperoleh indulgensi ini. Spirit pejiarahan, dalam konteks menemukan Tuhan dan belajar berkomunitas serta beriman katolik menjadi pokok penting disini.

2. Indulgensi diberikan pada peserta WYD tentunya bila yang bersangkutan juga melakukan pengakuan dosa, bertobat sungguh-sungguh, merayakan ekaristi dan berdoa dengan intensi untuk Gereja dan Bapa Suci.

3. Tentunya indulgensi ini diberikan kepada kaum muda agar kaum muda semakin bisa merasakan pengalaman kasih Allah sendiri, mengalami perayaan sakramental yang menggerakkan batin dan hidupnya, yang tentunya akan membawa rahmat lebih jauh dalam hidup.


Bookmark Artikel Ini:
Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Google Share on Facebook! Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy